Jasa Desain Rumah | Nawa Karya Studio

Model Rumah Type 36: Pilihan Terbaik Buat Pasangan Muda Baru

Model Rumah Type 36 – Punya rumah sendiri itu rasanya seperti pencapaian luar biasa, ya? Apalagi buat kita yang baru berkeluarga atau ingin investasi properti pertama kali. Nah, salah satu primadona di jagat properti Indonesia adalah model rumah type 36. Ukurannya yang pas—tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu sempit—membuatnya jadi pilihan paling realistis dan populer. Meski luas bangunannya hanya 36 meter persegi, bukan berarti kamu tidak bisa punya hunian yang terlihat mewah dan nyaman, lho! Dalam artikel ini, kita akan bedah habis bagaimana cara menyulap rumah mungil ini menjadi hunian impian yang fungsional, estetik, dan pastinya bikin betah. Mulai dari urusan denah sampai tips dekorasi, yuk kita bahas pelan-pelan sambil ngopi. Kenapa Harus Memilih Rumah Type 36? Sebelum kita masuk ke bagian teknis desain, mungkin kamu bertanya-tanya: “Kenapa sih banyak orang memburu rumah type 36?” Jawabannya sederhana: Efisiensi. Harga Terjangkau: Cicilannya biasanya lebih bersahabat untuk kantong first-time buyer. Perawatan Mudah: Karena tidak terlalu luas, kamu tidak perlu menghabiskan seluruh akhir pekan hanya untuk bersih-bersih rumah. Pajak & Biaya Lain: PBB dan biaya utilitas (listrik/air) cenderung lebih hemat dibandingkan rumah tipe besar. Desain Rumah Type 36 Agar Terlihat Luas: Trik Rahasianya! Masalah utama dari rumah mungil seringkali adalah rasa “sumpek”. Tapi tenang, ada banyak cara untuk desain rumah type 36 agar terlihat luas. Kuncinya bukan pada seberapa lebar tanahmu, tapi bagaimana kamu mengelola persepsi ruang. 1. Konsep Open Plan (Tanpa Sekat) Salah satu kesalahan paling umum adalah memberi terlalu banyak sekat tembok. Untuk rumah type 36, cobalah menyatukan ruang tamu, ruang makan, dan dapur dalam satu area terbuka. Tanpa tembok penghalang, pandangan mata akan terasa lebih jauh dan lega. Kamu bisa menggunakan karpet atau perbedaan warna cat sebagai “pembatas imajiner”. 2. Plafon Tinggi adalah Kunci Kalau kamu sedang membangun atau merenovasi, usahakan buat plafon yang agak tinggi (sekitar 3-4 meter). Plafon tinggi menciptakan sirkulasi udara yang lebih baik dan memberikan efek visual yang lapang secara vertikal. 3. Permainan Warna Terang Warna gelap cenderung menyerap cahaya dan membuat ruangan terasa mengkerut. Gunakan warna-warna netral dan terang seperti putih, off-white, krem, atau abu-abu muda. Warna-warna ini memantulkan cahaya matahari dengan baik, sehingga ruangan terasa lebih “bernapas”. 4. Penggunaan Cermin Besar Ini adalah trik lama tapi tetap paling ampuh. Menaruh cermin besar di salah satu sisi dinding ruang tamu bisa memberikan ilusi bahwa ruangan tersebut dua kali lipat lebih luas dari aslinya. Denah Rumah Type 36 2 Kamar: Tata Letak Ideal Bicara soal fungsi, denah rumah type 36 2 kamar adalah konfigurasi paling standar dan paling dicari. Biasanya, pembagian ruangnya terdiri dari dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu ruang tamu yang menyatu dengan ruang makan, dan area dapur kecil. Tips Penataan Kamar: Kamar Utama: Letakkan di bagian depan agar mendapat akses cahaya matahari langsung dari jendela depan. Kamar Anak: Bisa diletakkan di bagian belakang, berdekatan dengan area sirkulasi udara atau taman belakang (jika ada sisa tanah). Kamar Mandi: Sebaiknya diletakkan di antara dua kamar tidur untuk memudahkan akses semua penghuni rumah. Dengan luas 36 meter persegi, ukuran kamar biasanya berkisar antara 3×3 meter atau 2.75×3 meter. Kuncinya? Gunakan furnitur minimalis. Jangan paksa masukkan kasur ukuran King Size jika itu membuatmu tidak bisa berjalan di dalam kamar. Mengenal Berbagai Gambar Rumah Type 36 Sederhana yang Estetik Siapa bilang sederhana itu membosankan? Saat ini, gambar rumah type 36 sederhana justru sedang naik daun dengan gaya minimalis modern. Ada beberapa gaya desain yang bisa kamu contek: 1. Gaya Minimalis Skandinavia Gaya ini sangat cocok untuk rumah type 36. Ciri khasnya adalah penggunaan unsur kayu, warna-warna pastel, dan pencahayaan alami yang maksimal. Tampilannya bersih, fungsional, dan sangat Instagrammable. 2. Gaya Industrial yang Bold Suka tampilan yang agak “mentah”? Gaya industrial dengan aksen dinding bata ekspos atau semen poles bisa jadi pilihan. Padukan dengan furnitur berbahan besi hitam untuk memberikan karakter kuat pada rumah kecilmu. 3. Gaya Modern Tropis Karena kita tinggal di Indonesia, gaya modern tropis sangat relevan. Gunakan banyak ventilasi silang dan tambahkan sedikit aksen tanaman hijau di teras depan. Rumah kecilmu akan terasa sejuk meski tanpa AC seharian. Denah Rumah Type 36 dan Tampaknya: Keselarasan Interior & Eksterior Penting untuk memperhatikan antara denah rumah type 36 dan tampaknya (tampak depan/fasad). Jangan sampai denahnya sudah oke, tapi tampilan depannya terlihat kaku atau sebaliknya. Fasad (Tampak Depan) yang Menarik: Aksen Batu Alam: Menambahkan sedikit batu alam di pilar atau sebagian dinding depan bisa memberikan kesan mewah. Pilihan Atap: Model atap pelana atau miring satu arah sedang tren dan memberikan kesan modern kekinian. Taman Kecil: Sisa lahan di depan jangan semua disemen. Sisakan sedikit untuk rumput hijau atau tanaman perdu agar rumah terlihat segar. Maksimalkan Area Sisa: Dapur dan Area Cuci Biasanya, pengembang memberikan sisa tanah di bagian belakang. Di sinilah kreativitasmu diuji. Kamu bisa menyulapnya menjadi dapur terbuka (outdoor kitchen) yang merangkap area cuci jemur. Dapur di area terbuka sangat menguntungkan untuk rumah type 36 karena bau masakan tidak akan terperangkap di dalam ruangan yang kecil. Selain itu, kamu bisa menambah kanopi transparan agar cahaya tetap masuk tapi air hujan tidak membasahi kompor. Tips Memilih Furnitur untuk Rumah Type 36 Jangan asal beli furnitur hanya karena diskon! Untuk rumah type 36, ukuran adalah segalanya. Furnitur Multifungsi: Cari tempat tidur yang punya laci di bawahnya, atau sofa yang bisa jadi tempat penyimpanan. Meja Lipat: Untuk area makan, meja lipat yang menempel di dinding bisa sangat menghemat ruang saat tidak digunakan. Gunakan Dinding secara Vertikal: Pasang rak ambalan di dinding untuk menaruh buku atau dekorasi, daripada menggunakan lemari besar yang memakan luas lantai. Estimasi Biaya Renovasi Rumah Type 36 Membangun atau merenovasi model rumah type 36 tentu butuh budget. Secara kasar, biaya bangun rumah minimalis saat ini berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp5 juta per meter persegi, tergantung kualitas material yang kamu pilih. Jadi, untuk bangunan seluas 36 m2, kamu perlu menyiapkan sekitar Rp120 juta hingga Rp180 juta (di luar harga tanah). Jika hanya renovasi ringan seperti ganti cat, pasang wallpaper, atau ganti lantai, budget Rp20 juta – Rp50 juta sudah bisa membuat rumahmu terlihat seperti baru lagi. Kesimpulan Memiliki model rumah type 36 adalah langkah awal

error: Content is protected !!